Membaca cerita kungfu atau silat. Ajaib dan menyenangkan. Ajaib, karena tokohnya seorang pemuda tampan, berhati lembut dan bijak, sangat ahli obat-obatan dari daun-daunan sejak umur tujuh tahun, kemudian berguru pada seorang pangeran maha sakti, dan dia juga rajin membaca kitab-kitab kuno tentang inti sari ilmu silat, danpangeran itu juga mengajarunya ilmu tusuk jarum untuk pengobatan. Waw. Sempurna banget. Gagah, tampan, lembut dan bijak, sangat ahli dalam kungfu, ahli obat-obatan, dan pandai akupunktur. Menyenangkan, karena jagoannya menang. Pertanyaan yang muncul adalah, kenapa jagoan harus menang? Yah kalo gak menang bukan jagoan namanya. Ok, pertanyaannya diganti. Kenapa tokoh dari aliran putih yang menang? Kenapa perampok, pengemis yang suka memeras, pemilik rumah bordil dan perjudian gak menang? Yah, memang begitu ceritanya ditulis oleh si pengarang. Yang ditulis oleh si pengarang adalah kerinduan kita, bahwa sang pemenang adalah orang "dari aliran putih". Tap...